<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>apa kabar wahai diriku?</title>
	<atom:link href="http://beny85.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beny85.wordpress.com</link>
	<description>meniti jalan menapaki jejak keinsyafan membuang kealpaan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Apr 2008 13:47:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='beny85.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>apa kabar wahai diriku?</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://beny85.wordpress.com/osd.xml" title="apa kabar wahai diriku?" />
	<atom:link rel='hub' href='http://beny85.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketika Ikhwah Jatuh Cinta</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/28/ketika-ikhwah-jatuh-cinta/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/28/ketika-ikhwah-jatuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 13:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[syairku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas&#8217;ul dakwahnya, &#8220;Akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan.&#8221; Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya. &#8220;Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan&#8230; afwan, terus terang juga tersinggung.&#8221; Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, &#8220;Ia jatuh cinta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=41&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="height:22px;" border="0" width="11" align="left">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#0000ff;">Suatu ketika, dalam  majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas&#8217;ul dakwahnya, &#8220;Akhi, ana ga  bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan.&#8221; Suara akhwat itu bergetar. Nyata  sekali menekan perasaannya. &#8220;Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang  membuat ana merasa risi dan&#8230; afwan, terus terang juga tersinggung.&#8221; Sesaat  kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan, &#8220;Ia jatuh cinta pada  ana.&#8221;</span></p>
<p><span id="more-41"></span>Mas&#8217;ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia  berusaha tetap tenang. &#8220;Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin  maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan.&#8221; Sang mas&#8217;ul mencoba menenangkan  terutama untuk dirinya sendiri.</p>
<p>&#8220;Afwan, ana tidak menangkap maksud lain  dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya.  Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal  menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha  menjadi bagian dari perputaran dakwah ini.&#8221; Sang akhwat kini mulai tersedak  terbata.</p>
<p>&#8220;Ya sudah, Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan  ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini,&#8221;  mas&#8217;ul itu membuat keputusan, &#8220;ana akan ajak bicara langsung akh  fulan&#8221;</p>
<p>Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas&#8217;ul tersebut mendatangi  fulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, &#8220;Ana memang menyatakan hal tersebut,  tapi apakah itu suatu kesalahan?&#8221;</p>
<p>Sang mas&#8217;ul berusaha menanggapinya  searif mungkin. &#8220;Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak  memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika  menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang  menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum  menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan? Apakah antum sudah siap  berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari  pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah?&#8221; mas&#8217;ul  tersebut membuat penekanan substansial. &#8220;Akhi bagi kita perasaan itu tidak  semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita  perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang  dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan  Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini.  Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan.&#8221;</p>
<p><strong>Cinta Aktivis  Dakwah</strong></p>
<p>Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa  pernah diundang dan dikehendaki? Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah  perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi  pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan.  Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah  Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.</p>
<p>Ketika aktivis dakwah  jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah  dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut,  maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud  dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka  cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi  dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukan perkara  sederhana.</p>
<p>Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan  demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta &#8216;lain&#8217; muncul dalam dirinya. Cinta  inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati  dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas.  Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang  tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari  tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan  produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini, &#8220;Akan lebih banyak  lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping  laki-laki yang cakap, lebih banyak kata saya&#8230; daripada yang saya usahakan  sebagai perempuan yg berdiri sendiri..&#8221;</p>
<p>Cinta memiliki 2 mata pedang.  Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya  adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta  membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah  dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta? Jangan sampai kita lupa,  bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun  perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah.  Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita,  yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan  Islam.</p>
<p><strong>Deklarasi Cinta</strong></p>
<p>Sekarang adalah saat yang tepat bagi  kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan  seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka  layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan  prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang  cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan  kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta  yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta  untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan  kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.</p>
<p>Sudah  cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan  keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg  baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta  yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik &#8216;asing&#8217; dalam dakwah kita.  Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan misteri. Pertanyaan  sederhana, &#8220;Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama  dia?&#8221; dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci  dalam dakwah ini.</p>
<p>Pernyataan &#8220;Nikah dulu baru pacaran&#8221; masih menjadi  jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, &#8220;Bagaimana caranya, emang bisa?&#8221;  Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon  tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan, bacaan, diskusi dan  interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon  tersebut.</p>
<p>Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk  mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian  dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang  Penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan  ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar  jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas  pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada  kita.</p>
<p>Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta  ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah.  Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang  perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang  romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah  agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada  masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang  menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti  bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari  ini.</p>
<p><strong>Epilog</strong></p>
<p>Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam,  setiap kita yang berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan  Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang  menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah  perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju.  Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan  Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan  perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.</p>
<p>Betapa Allah  sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu  mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong  dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di  atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak  shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret  cinta yang sakinah, mawaddh, warahmah.</p>
<p>Jadi &#8220;sudah berani jatuh  cinta&#8221;?</p>
<p>wallahu a&#8217;lam</p>
<p><strong>diambil dari majalah al izzah edisi  11/th4/jan 2005 M<br />
</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=41&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/28/ketika-ikhwah-jatuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Aku Jatuh Cinta</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/27/bila-aku-jatuh-cinta/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/27/bila-aku-jatuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 13:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[syairku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Bila Aku Jatuh Cinta Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=40&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="judul2"><strong><br />
<span style="color:#ff1111;">B</span><span style="color:#f22611;">i</span><span style="color:#e54b19;">l</span><span style="color:#d86e26;">a</span><span style="color:#cc8f33;"> </span><span style="color:#bfad3f;">A</span><span style="color:#b2c74c;">k</span><span style="color:#a5dd59;">u</span><span style="color:#99ed66;"> </span><span style="color:#8cf872;">J</span><span style="color:#7ffe7f;">a</span><span style="color:#72fe8c;">t</span><span style="color:#66f899;">u</span><span style="color:#59eca5;">h</span><span style="color:#4cdcb2;"> </span><span style="color:#3fc6bf;">C</span><span style="color:#33accc;">i</span><span style="color:#268ed8;">n</span><span style="color:#196ce5;">t</span><span style="color:#1149f2;">a</span> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ya Allah, jika aku jatuh cinta,<br />
cintakanlah  aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,<br />
agar bertambah kekuatan  ku untuk mencintai-Mu.</p>
<p>Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,<br />
jagalah  cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu</p>
<p>Ya Allah, jika aku  jatuh hati,<br />
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut  pada-Mu,<br />
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.</p>
<p>Ya Rabbana,  jika aku jatuh hati,<br />
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada  hati-Mu.</p>
<p>Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,<br />
rindukanlah aku pada  seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.</p>
<p>Ya Allah, jika aku  rindu,<br />
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan  syurga-Mu.</p>
<p>Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,<br />
janganlah  kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam  terakhirmu.</p>
<p>Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,<br />
jangan  biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia  kepada-Mu.</p>
<p>Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,<br />
jangan  biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu  abadi hanya kepada-Mu.</p>
<p>Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini  telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,<br />
telah berjumpa pada taat pada-Mu,<br />
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,<br />
telah berpadu dalam membela  syariat-Mu.<br />
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.<br />
Kekalkanlah cintanya.<br />
Tunjukilah jalan-jalannya.<br />
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang  tiada pernah pudar.<br />
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan  kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=40&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/27/bila-aku-jatuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu Sahabat</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/27/untukmu-sahabat/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/27/untukmu-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 13:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[syairku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Untukmu Sahabat Ada kalanya Aku dan Kau merasa jauh Jauh sekali karna dipisahkan jarak dan waktu bahkan ketika hati terusik tuk ketemu seolah mendekap rindu dalam bayang semu dan Adakalanya Aku dan Kau merasa dekat Dekat sekali&#8230;bahkan lebih dekat dari apa yang kita rasakan Apa yang kita harapkan dalam setiap bentang sepanjang kenangan saat ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=39&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="judul2"><strong><span style="color:#ff1111;">U</span><span style="color:#ee3211;">n</span><span style="color:#dd6322;">t</span><span style="color:#cc8f33;">u</span><span style="color:#bbb644;">k</span><span style="color:#aad655;">m</span><span style="color:#99ed66;">u</span><span style="color:#88fb77;"> </span><span style="color:#77fe88;">S</span><span style="color:#66f899;">a</span><span style="color:#55e7aa;">h</span><span style="color:#44cebb;">a</span><span style="color:#33accc;">b</span><span style="color:#2283dd;">a</span><span style="color:#1155ee;">t</span> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ada kalanya Aku dan Kau merasa jauh<br />
Jauh  sekali karna dipisahkan jarak dan waktu<br />
bahkan ketika hati terusik tuk  ketemu<br />
seolah mendekap rindu dalam bayang semu<br />
dan<br />
Adakalanya Aku dan  Kau merasa dekat<br />
Dekat sekali&#8230;bahkan lebih dekat dari apa yang kita  rasakan<br />
Apa yang kita harapkan<br />
dalam setiap bentang sepanjang  kenangan<br />
saat ini,<br />
saat itu,<br />
dan saat yang akan datang</p>
<p>Wahai  sahabat<br />
Memang Aku belum mengenalmu secara mendalam<br />
Bahkan kornea mataku  yang katanya tembus pandang<br />
Tak bisa melihat dinding-dinding tebal yang tegak  menghadang</p>
<p>Bahkan ketika Kau dan Aku jadi penasaran<br />
Timbul gelora  membara di gelanggang &#8220;Sejuta Pertanyaan&#8221;<br />
Apakah ini suatu kesungguhan  ataukah sekedar lelucon picisan?<br />
Atau sekedar permainan tipuan yang penuh  ketidak manfaatan?<br />
Karna sudah tak percaya dengan namanya  persahabatan<br />
Apalagi hanya kenal lewat imel-imelan<br />
Tapi sahabatku  percayalah,<br />
Bahwa di tengah ketidakmungkinan masih ada celah berkas sinar  harapan<br />
Dibalik sejuta keniscayaan, masih ada uluran tangan  kesungguhan<br />
Dibalik semua kemustahilan, masih ada niat ketulusan<br />
Atau  mungkinkah ini sebagai budaya metropolitan</p>
<p>Aku sangat maklum dan mafhum  akan hal ini<br />
Karna memang seolah hal mustahil di abad terkini<br />
Dimana  egoisme dan saling ketidakpercayaan tlah menjadi ciri<br />
Bahkan menjelma menjadi  simbol jatidiri</p>
<p>Tetapi sahabatku<br />
Meski Kau jauh ntah dimana<br />
Meski  Kau tak tampak seperti siapa<br />
Juga ketika Kau bertanya tentang  Aku<br />
Disanalah sebenarnya Kau dan Aku menjadi satu<br />
Satu dalam ikatan bathin  yang tak kan pernah pudar<br />
walau ombak samudera menggelegar<br />
bahkan langit  kelam dihujani beribu halilintar<br />
Aku tak kan goyah dan tak kan  gentar<br />
Karna ku yakin bahwa Kau adalah sahabat baikku<br />
Bahkan sahabat  terbaikku<br />
bahkan mungkin lebih dari itu, jika ada kosa kata lain yang  utuh</p>
<p>Wahai sahabat<br />
coba kau rasakan ketika kau bangun membuka  mata<br />
di sudut pelupukmu ku hadir tuk menjelma<br />
ketika kau sedang  pergi<br />
di sini lah ku slalu menanti<br />
Bahkan ketika kau sedang belajar atau  bekerja<br />
Disinilah ku slalu mendukung dengan do&#8217;a<br />
Bahkan ketika kau larut  dengan kerjaan<br />
Disinilah aku selalu menebar benih harapan<br />
Agar kau bertemu  dengan bingkai keberhasilan<br />
Semua karena &#8220;aku Sayang  Padamu&#8221;</p>
<p>Disinilah, di lubuk hati ini<br />
Ada asa yang menghujam begitu  dalam<br />
Di langit jingga itulah kutebar sayang sepanjang kenangan<br />
bahkan di  seluruh waktu<br />
untukmu<br />
untukku<br />
dan untuk semuanya<br />
Mari kita tebar  kasih di seluruh jagat raya<br />
Agar anak cucu kita bisa menuai kasih sepanjang  masa<br />
Inilah yang bisa kulakukan untukmu<br />
sahabat baikku</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=39&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/27/untukmu-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ali Bin Abi Thalib; Sosok Komandan Perang Pertama Yang Berilmu Tinggi</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/li-bin-abi-thalib-sosok-komandan-perang-pertama-yang-berilmu-tinggi/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/li-bin-abi-thalib-sosok-komandan-perang-pertama-yang-berilmu-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 07:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[shiroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Dialah sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridloinya- keponakan –anak dari paman- Rasulullah saw, dan bapaknya bernama Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdul Mutthalub, sedangkan ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim –semoga Allah meridloinya-. Beliau dilahirkan 10 tahun sebelum kenabian, dia anak paling kecil dari saudara-saudaranya, dan dididik di rumah Nabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=37&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">Dialah sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib –semoga Allah meridloinya- keponakan –anak dari paman- Rasulullah saw, dan bapaknya bernama Abu Thalib Abdu Manaf bin Abdul Mutthalub, sedangkan ibunya bernama Fatimah binti Asad bin Hasyim –semoga Allah meridloinya-.</span></p>
<p><span id="more-37"></span>Beliau dilahirkan 10 tahun sebelum kenabian, dia anak paling kecil dari saudara-saudaranya, dan dididik di rumah Nabi saw, dan saat wahyu diturunkan kepada Rasulullah saw, beliau mengajaknya untuk beriman kepada Allah yang Maha Esa, maka segera beliau menerima da’wah tersebut dan memeluk agama Allah (Islam), sehingga beliau dinggap sebagai orang pertama yang masuk Islam dari golongan anak-anak.</p>
<p>Saat bapaknya melihatnya sholat bersama Rasulullah saw, dia berkata kepadanya : “Wahai anakku, agama apakah yang engkau anut ini ?” Ali berkata : “Wahai Abi, saya beriman kepada Allah, dan percaya dengan apa yang dibawa oleh Muhammad, saya shalat bersamanya dan mengikutinya”. Bapaknya berkata : “ketahuilah, bahwa dia (Nabi) tidak akan mengajak kamu kecuali dalam kebaikan, maka ikutilah dia”.</p>
<p>Rasulullah saw sangat mencintai Ali dan selalu memujinya, pernah beliau bersabda kepadanya : “Enkau adalah bagian dariku, dan Aku adalah bagian darimu”. (Al-Bukhari)</p>
<p>Dan beliau juga pernah bersabda : “Tidak ada yang mencintaimu kecuali orang yang beriman, dan tidak ada yang memusuhimu kecuali orang munafik”. (Muslim)</p>
<p>Saat Rasulullah saw akan melakukan hijrah ke Madinah, beliau memerintahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk tidur diatas dipannya, dan disaat malam mulai gelap sekelompok kafir Mekkah melakukan pengepungan dimana setiap orang diantara mereka menggenggam pedang yang menghunus tajam, mereka berdiri di depan pintu rumah Rasulullah saw menunggu keluar untuk menunaikan sholat fajar agar mereka dapat memenggalnya sekaligus, namun Allah SWT telah memberitahukan konspirasi tersebut dan menyuruhnya untuk keluar dari hadapan mereka. Lalu Nabipun keluar dari rumahnya sedangkan Allah SWT telah membutakan penglihatan orang-orang musyrik, dan nabi menaburkan debu diatas kepala mereka sambil membacakan firman Allah SWT :</p>
<p><em>“Dan kami jadikan penghalang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan kami butakan mereka hingga mereka tidak dapat melihat”.</em> (QS. Yasin : 9)</p>
<p>Kemudian saat matahari mulai terbit; orang-orang musyrik baru sadar lalu masuk rumah Nabi sambil menghunuskan pedang mereka untuk membunuh orang yang sedang tidur, namun mereka tidak menemukan Rasulullah saw disana kecuali anak paman beliau, Ali bin Abi Thalib, yang segera bangkit dari tidurnya sambil berhadapan dengan mereka dengan gagah berani.</p>
<p>Setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah, Ali tinggal di Mekkah selama beberapa saat guna menunaikan titipan yang diwasiatkan kepadanya seperti yang telah diperintahkan oleh Rasulullah saw. Dan setelah Ali hijrah ke Madinah Rasulullah saw telah mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshor, lalu beliau berkata kepadanya : “wahai Rasulullah, engkau telah mempersaudarakan antara para sahabatmu, tapi saya belum engkau persaudarakan dengan siapapun ? lalu beliau bersabda kepadanya : <em>“Engkau adalah saudaraku di dunia dan di Akhirat”. </em>(ibnu Abdil Bar)</p>
<p>Rasulullah saw juga telah memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga, beliau adalah salah seorang calon penghuni surga yang tidak akan dihisab lebih dahulu.</p>
<p>Sebagaimana Rasulullah saw juga telah mengawinkan beliau dari salah seorang putrinya, Fatimah, sedangkan Ali memberikan mahar dengan uang dari harga baju besi yang dihadiahkan Rasulullah saw kepadanya, lalu beliau menjualnya dan memberikan uangnya kepada wanita yang paling mulia di dunia dan kembangnya Rasulullah saw.</p>
<p>Ali menjalani hidupnya bersama istrinya dengan aman, tentram dan penuh kasih sayang, dan beliau dikaruniai anak kembar Hasan dan Husain.</p>
<p>Suatu hari Rasulullah saw pergi ke rumah Ali namun beliau tidak menemui Ali disana, lalu beliau bertanya kepada istrinya : “Dimana anak pamanmu berada ?” Fatimah menjawab : “Di masjid” lalu Rasulullah saw pun pergi kesana, dan beliau mendapati bajunya terjatuh dari pundaknya dan terkena debu, lalu beliaupun membersihkannya, dan berkata  : <em>“Duduklah wahai pemuka debu… duduklah wahai pemuka debu”.</em> (Al-Bukhari)</p>
<p>Ali juga mengikuti seluruh peperangan, baliau terkenal dengan keberanian dan kepahlawanannya, dan pada saat terjadi perang khaibar, Nabi saw bersabda : <em>“Besok saya akan memberikan bendera kepada seseorang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya (atau dia berkata : orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya), semoga Allah membukakan tangannya (memberkahinya)”.</em> (Al-Bukhari)</p>
<p>Lalu para sahabatpun berharap mendapatkan apa yang telah Raslulullah saw sabdakan menjadi pemegang bendera, lalu setelah hari menjelang pagi, Nabi bertanya keadaan Ali, dikatakan kepadanya : “Sesungguhnya mata beliau sedang sakit wahai Rasulullah”. Nabi bersabda : <em>“Utuslah salah seorang dari kalian kepadanya dan datangkanlah dia kepadaku”.</em><br />
Setelah beliau menghadap Rasulullah saw, beliau membasuh matanya dan mendoakannya, maka setelah itu menjadi sembuh seakan tidak pernah mengalami sakit apapun, kemudian Ali berkata kepadanya : “Wahai Rasulullah, saya akan memerangi mereka sampai menjadi seperti kami. Nabi bersabda : <em>“Lakukanlah dengan mengutus delegasi hingga bisa mengetahui keadaan mereka, kemudian serukanlah kepada mereka akan Islam, dan kabarkanlah tentang kewajiban dari hak Allah di dalamnya, demi Allah, jika seorang diantara mereka mendapatkan hidayah melaluimu lebih baik bagimu dari unta merah” </em>(Al-Bukhari)<em> </em>kemudian Allah memberikan kemenangan melalui tangannya.</p>
<p>Setelah Allah menurunkan ayat : <em>“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-besihnya”.</em> (QS. Al-Ahzab : 33), Rasulullah saw berdo’a untuk Fatimah, Ali, Hasan dan Husain –semoga Allah meridloi mereka- saat berada di rumah sayyidah Ummu Salmah, dan bersabda : <em>“Ya Allah sesungguhnya mereka adalah ahlul bait saya maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya”.</em> (Ibnu Abdil bar)</p>
<p>Ali banyak menguasai ilmu pengetahun, saat Sayyidah Aisyah ditanya tentang sesuatu dia menjawab : “Tanyakanlah kepada Ali. Sebagaimana Umar juga berkata demikian. Sedangkan Ali pernah berkata : “Tanyakanlah kepada saya , demi Allah tidak ada pertanyaan yang kalian tanyakan kepada saya kecuali akan saya kabarkan kepada kalian, tanyakanlah kepada saya tentang Al-Qur an, karena demi Allah tidak satu ayatpun yang turun kecuali saya mengetahui waktu malam atau siang turun ayat tersebut, di daratan ataupun dipegunungan.</p>
<p>Abu Bakar dan Umar dalam kekholifahan setelah wafatnya Rasulullah saw mengetahui dan menyadari akan kelebihan Ali, sedangkan Umar pernah memilihnya sebagai kandidat dari enam orang yang dicalonkan sebagai khalifah, dan saat Utsman syahid Ali dipilih menjadi khalifah setelahnya.</p>
<p>Setelah imam Ali menjabat sebagai khalifah pusat pemerintahan dipindahkan dari Madinah ke Iraq, beliau sangat perhatian terhadap urusan umatnya, berjalan mengitari pasar dengan ditemani tongkatnya, dan selalu menyeru manusia untuk taat kepada Allah, jujur, baik dalam berniaga, memenuhi timbangan dan neraca.</p>
<p>Sebagaimana beliau juga selalu membagi harta yang masuk ke baitul mal diantara kaum muslimin. Dan sebelum wafatnya beliau memerintahkan untuk membagikan seluruh harta, kemudian setelah itu menyuruhnya untuk membersihkan baitul mal, lalu berdiri untuk sholat dengan harapan hal tersebut menjadi saksi dihari kiamat.</p>
<p>Beliau sangat tekun beribadah, selalu melakukan qiyamul lail dan memanjangkan sholatnya, dan beliau berkata : “Apa urusan saya dengan dunia, wahai dunia yang menyimpangkanku dari selainku”.</p>
<p>Suatu hari ada dua wanita datang menghadap imam Ali untuk menanyakan sesuatu, salah seorang berasal dari kalangan arab terhormat sedangkan yang lainnya dari golongan budak, lalu beliau memerintahkan kepada keduanya untuk memecahkan makanan dan membagi uang 40 dirham, lalu budak wanita mengambil pemberian yang diberikan lalu pergi, kemudian dia berkata : wahai Amirul Mu’minin, engkau memberikan seperti yang telah saya berikan kepada wanita budak itu, padahal saya adalah wanita arab yang terhormat sedangkan dia adalah budak ? lalu imam Ali berkata : sesungguhnya saya pernah melihat dalam Al-Qur an dan saya tidak pernah menemukan keutamaan antara anak ismail dengan anak Ishak.</p>
<p>Diakhir kekhhalafahan Imam Ali fitnah telah menyebar luas hingga kegaduhan terjadi dimana-mana bahkan meluas ke negeri-negeri Islam, lalu keluar tiga orang pemuda dari khawarij dan bersepakat membunuh orang yang menjadi penyebab berkembangnya fitnah, mereka menyangka Ali, Mu’awiyah dan Amru bin Al-‘Ash, adapun Mu’wiyah dan Amru selamat dari pembunuhan, sedangkan Ali seorang Fasik yang bernama Abdul Rahman bin Muljam telah menunggunya saat selesai dari sholat fajar dan manikamnya hingga mengenai kepalanya hingga merenggut nyawanya, hal ini terjadi pada tahun 40 H, sedang umur beliau saat itu 65 tahun.</p>
<p>Beliau dikebumikan di Kufah setelah berjalan kekhalifahan Islam selama 5 tahun kurang 4 bulan, beliau meriwayatkan hadits Rasulullah saw sebanyak 400 hadits, semoga Allah meridloinya dan dia ridlo kepada Allah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=37&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/li-bin-abi-thalib-sosok-komandan-perang-pertama-yang-berilmu-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Umar Bin Khattab, Sosok yang Berjiwa Pemberani Namun Berhati Lembut</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/umar-bin-khattab-sosok-yang-berjiwa-pemberani-namun-berhati-lembut/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/umar-bin-khattab-sosok-yang-berjiwa-pemberani-namun-berhati-lembut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 07:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[shiroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Beliau bernama Al-Faruq (sang pembeda) Umar bin Khattab –semoga Allah meridloinya-, lahir pada tahun 13 setelah tahun gajah, dan beliau berasal dari keluarga yang terhormat dikalangan suku Quraisy. Sebelum masuk Islam beliau terkenal dengan sosok yang paling keras permusuhannya terhadap Rasulullah saw dan sahabatnya, beliau menyangka bahwa nabi Muhammad telah memecah belah manusia dengan membawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=36&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">Beliau bernama Al-Faruq (sang pembeda) Umar bin Khattab –semoga Allah meridloinya-, lahir pada tahun 13 setelah tahun gajah, dan beliau berasal dari keluarga yang terhormat dikalangan suku Quraisy.</span></p>
<p><span id="more-36"></span>Sebelum masuk Islam beliau terkenal dengan sosok yang paling keras permusuhannya terhadap Rasulullah saw dan sahabatnya, beliau menyangka bahwa nabi Muhammad telah memecah belah manusia dengan membawa agama baru, karena itulah saat hati beliau sudah semakin resah dan gelisah, beliau mengambil pedangnya untuk membunuh Rasulullah saw, namun ditengah perjalanannya beliau bertemu dengan seseorang, dan berkata sambil bertanya kepadanya : “Hendak kemana engkau wahai Umar ?” dia berkata : “Saya ingin membunuh Muhammad.” Orang itu berkata lagi : “Apakah kamu akan merasa aman jika engkau membunuhnya akan datang tuntutan dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah ?” dia berkata lagi : “Saya tidak peduli dengan itu, kecuali jika engkau telah keluar dan meninggalkan agamamu yang lama”. orang itu berkata lagi : “Maukah engkau aku tunjukkan kabar yang menakjubkan dari itu ?” dia menjawab : “Apa itu “? Dia berkata : “Saudaramu dan suaminya telah tercelup dan meninggalkan agamamu yang sekarang ini”.</p>
<p>Maka Umarpun berang dan mengalihkan mukanya, lalu pergi menuju rumah saudaranya Fatimah untuk mendapatkan klarifikasi keabsahan kabar yang didengarnya, dan saat dia sampai, dirumahnya ada Khobbab bin Al-Irt –semoga Allah meridloinya-. Umarpun langsung mendorong pintu dan mendengar percakapan mereka yang sedang membaca Al-Qur’an, lalu dia berkata sambil mencibir : “Suara apa ini yang sama sekali saya tidak memahaminya dari bacaan kalian”? kemudian Said bin Zaid –suami dari saudara Umar- berkata : “Adalah Al-Quran yang sedang kami bicarakan/diskusikan antara kami.” Umar berkata : “kelihatannya kalian telah terpengaruh.” Lalu said berkata lagi : “Apa pendapat kamu wahai Umar jika kebenaran datang dari selain agamamu”? mendengar ucapan itu Umarpun menghampirinya dan langsung memukulnya, maka datanglah saudaranya menghadang Umar dan mendorongnya hingga jauh dari suaminya, maka beliaupun menamparnya hingga darah mengalir dari wajahnya, lalu diapun berkata : “Wahai Umar, jika kebenaran bukan dari agamamu, maka saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Ketika Umar merasa putus akan keteguhan suami istri, beliaupun berkata : “Berikan kepada saya kitab yang ada di tangan kalian agar saya baca”. Saudaranya berkata : “Sesungguhnya kamu najis dan kitab ini tidak boleh disentuh kecuali orang yang suci, maka beliau disuruh mandi dan berwudlu, dan beliaupun diajarkan bagaimana caranya berwudlu, lalu umarpun berwudlu kemudian mengambil kitab tersebut dan membaca ayat-ayat pertama dari surat Thoha, setelah itu beliau berkata kepada keduanya : “Tunjukkan saya dimana Muhammad !”</p>
<p>Setelah Khobab mendengar ucapan Umar beliaupun keluar dari persembunyiannya, dan berkata : “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap engkaulah yang dimaksud dari doa Rasulullah saw kemarin malam : <em>“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan Umar bin Khattab atau Amru bin Hisyam”.</em> Telah dikabulkan Allah, kamudian Khobbab dan Umarpun keluar menuju Dar el-Arqom di bukit Shofa, dimana saat itu Rasulullah saw sedang bersama sahabatnya.</p>
<p>Setelah keduanya mendekat dari rumah yang dituju, terdapat disana Hamzah bin Abdul Mutthalib –semoga Allah meridloinya- dan Tholhah bin Ubaidillah dan sebagian sahabat lainnya –semoga Allah meridloi mereka- berada didepan pintu, setelah mengetahui yang datang Umar, Hamzah berkata kepada mereka yang berada disekelilingnya : “Inilah Umar, jika Allah berkehendak darinya kebaikan maka berilah salam dan tuntunlah menghadap nabi saw, namun jika selain itu maka bunuhlah secara hati-hati, kemudian keluarlah Rasulullah saw hingga Umar menghampirinya, lalu beliau mengambil baju Umar dan bersabda : “Tidaklah diberikan hidayah kepada engkau wahai Umar hingga Allah menurunkan kepadamu dari kehinaan dan kenistaan yang tidak diberikan kepada Al-Walid bin Al-Mughirah”. Umarpun berkata : “Saya bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah, dia bersaksi dengan penuh ketulusan dan kebenaran, maka kaum muslimin yang ada disekitarnya pun bertakbir hingga terdengar disepanjang jalan kota Mekkah.<br />
Setelah itu Umar berkata kepada Rasulullah saw : “Wahai Rasulullah, kenapa kita harus menyembunyikan agama kita padahal kita berada dalam kebenaran, sedangkan mereka menampakkan agama mereka padahal berada dalam kebatilan ?”<br />
Rasulullah saw menjawab : <em>“Wahai Umar, jumlah kita saat ini masih sedikit, seperti yang engkau lihat saat ini”</em>. Umarpun berkata lagi : “demi Dzat yang telah mengutusmu dengan hak, tidak akan ada suatu majlis saat saya masih kafir kecuali –mulai saat ini- akan saya tampakkan keimanan saya”.</p>
<p>Kemudian Umar keluar dan melakukan thawaf di Ka’bah, melewati sekumpulan orang-orang Quraisy yang sedang duduk-duduk dan merekapun memperhatikan beliau, maka Abu Jahal berkata kepada Umar : “Si Fulan telah menuduh kamu telah terpengaruh ?” lalu Umar berkata kepadanya : “Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah yang maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Utusan-Nya. Mendengar ucapan beliau sebagian kaum musyrikin menjadi berang dan langsung menyerangnya, namun Umarpun membalas memukul mereka, dan tidak ada salah seorangpun yang bisa mendekat kecuali beliau berhasil menangkap tangan Ba’tah bin Rabi’ah dan memukulnya sampai babak belur, kemudian beliaupun pergi menghadap Rasulullah saw dan mengabarkan kejadian yang dialaminya, dan meminta kepadanya untuk diizinkan mengiklankan/mengumumkan keislaman beliau dan para sahabat dihadapan kaum musyrikin Mekkah, hingga akhirnya nabi saw dan para sahabatnya keluar melakukan Thawaf dan shalat Dzuhur di depan ka’bah, semenjak saat itu beliau dijuluki dengan “Al-Faruq” karena beliau telah berhasil memisahkan antara yang hak dan yang bathil. (Ibnu Sa’ad).</p>
<p>Umar adalah sosok yang ikhlas dan jujur dihadapan Tuhannya, sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya, karena itu beliau selalu bersama Rasulullah saw dan tidak pernah berpisah selamanya. Sebagaimana Beliau dan Abu Bakar Ash-Shiddiq selalu berjalan bersama Nabi kemana saja beliau berjalan, dan berada disampingnya dimana saja beliau berada, seakan-akan keduanya seperti dua menteri baginya, lalu Rasulullah saw bersabda : <em>“Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan kebenaran atas lisan Umar dan hatinya”. (Ahmad, Turmudzi dan Abu Dawud) dan kemudian berkata lagi : “Kalau saja ada seorang nabi setelah aku maka dialah Umar”.</em> (Ibnu Abdul Bar)</p>
<p>Rasulullah saw juga memberikan kabar kepadanya dengan surga, dan sebagai salah seorang dari sepuluh sahabat yang akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab lebih dahulu, beliau bersabda : <em>“Saya telah masuk kedalam surga, atau saya telah mendatanginya dan saya melihat ada istana, maka sayapun bertanya : “Untuk siapakah istana ini dipersiapkan ?” mereka (para malaikat) berkata : “Untuk Umar bin Khattab. Lalu sayapun berkeinginan memasukinya, merekapun tidak mencegahnya karena saya mengetahui betul kecemburuanmu terhdadap agama”. Lalu Umarpun berkata : “Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibu saya wahai nabi Allah, atau atas engkau aku cemburu”. </em>(Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Saat Rasulullah saw mengijinkan para sahabtnya untuk berhijrah ke Madinah, mereka melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karena khawatir dicegat oleh kaum Quraisy, maka Umar dan Abbas bin Abi Rabi’ah Al-Mahzumi dan Hisyam bin Al-‘Ash berjanji berhijrah, mereka bersepakat bertemu di suatu tempat yang jauh dari Mekkah sepanjang 6 Mil, dan barangsiapa yang tidak melakukannya maka hendaknya berhijrah dengan orang lain, maka Umar dan Abbas bertemu ditempat yang telah dtentukan, adapun Hisyam tertangkap oleh kaumnya dan mereka memenjarakannya.</p>
<p>Akhirnya Umar dan Abbas melakukan Hijrah ke Madinah, dan setelah Rasulullah saw hijrah kesana, beliau mempersaudarakan antara kaum muhajirin dan Anshor, dan dipersaudarakanlah Umar bin Khattab dengan Utban bin Malik –semoga Allah meridloi keduanya-.</p>
<p>Ketika masyarakat Islam terbentuk disana, dan dimulai fase baru; jihad dalam Islam, Umarpun mengangkat bendera kebenaran dan menggenggam pedengnya untuk membela agama Allah –Yang Maha Perkasa dan Agung-, hingga datang perang pertama dalam sejarah Islam anatara kaum muslimin dengan musyrikin; perang Badr, dan kemenangan besar diraih oleh kaum muslimin. Saat kaum muslimin menawan sejumlah pasukan dari pihak musyrikin, Nabi saw mengadakan musyawarah bersama para sahabatnya ; Umar berpendapat agar dibunuh saja tawanan perang tersebut, adapun Abu Bakar berpendapat mengambil ganti rugi, dan akhirnya nabipun memilih pendapat yang paling mudah diantara dua pendapat yang jatuh pada pendapatnya Abu Bakar, maka setelah itu Jibril –AS- turun kepada Nabi saw untuk membacakan ayat Al-Quran yang mendukung pendapatnya Umar bin Khattab –RA-, Allah berfirman : <em>“Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya dimuka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil”. </em>(QS. Al-Anfal : 67-68) setelah mendengar ayat tersebut maka Rasulullah saw dan Abu Bakarpun menangis, kemudian Umar datang dan menanyakan sebab mereka berdua menangis lalu keduanya memberitahukannya.</p>
<p>Al-Faruq Umar bin Khattab mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah saw, berjihad dengan pedangnya dijalan Allah; untuk meninggikan kalimat (agama) Allah. Dan dalam perang Uhud beliau berdiri disamping Rasulullah saw melingunginya setelah kaum muslimin mengalami kekalahan.</p>
<p>Setelah Rasulullah saw meninggal dunia, Umar bin Khattab membai’at Abu Bakar menjadi khalifah, sebagaimana kaum Muhajirin dan Anshor membai’atnya, dan Umarpun berdiri disampingnya memperkokoh kepemimpinan Abu Bakar, tidak pelit dalam berbuat dan berjihad membela kebenaran dan meninggikan agama Islam, karena itulah beliau bersama-sama memerangi orang-orang yang murtad dan membangkang membayar zakat dan orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi, dan perkara yang besar yang pernah dilakukan olehnya adalah penyusunan kembali Al-Quran.</p>
<p>Saat Abu Bakar menjelang wafat, beliau mewasiatkan kekhalifahan kepada Umar, agar dia mau mengemban amanat yang berat, belaiu selalu mengadukannya kepada Umar sepanjang hidupnya, namun siapa lagi yang akan mampu mengembannya kecuali Umar, karena beliau adalah Al-Faruq, hamba yang taat, hamba yang zuhud dan imam yang adil.<br />
Akhirnya Umar memegang amanah khilafah, dimana beliau menjadi tauladan yang baik dalam menegakkan keadilan dan kasih sayang sesama kaum muslimin, sedangkan pedang siap memenggal para pendurhaka dari perintah Allah dan kaum msuyrikin, namun beliau sangat mengasihi saat berbelas kasih dan keras saat keadaan keras (perang).</p>
<p>Suatu ketika beliau keluar bersama pembantunya Aslam dimalam hari yang gelap gulita dan dingin guna mengadakan infeksi kondisi rakyatnya, dan saat keduanya sampai disuatu tempat dekat kota Madinah, Umar melihat ada api menyala, lalu beliaupun berkata kepada pembantunya : “Wahai Aslam, disana ada sesuatu yang aneh mari kita menuju kesana. Melihat apa sebenarnya yang terjadi, maka keduanyapun bertolak menuju asal api tadi, dan didapati disampingnya ada seorang wanita tua dan dua anak kecil, dan periuk yang diletakkan diatas api, sedangkan kedua anaknya menangis karena kelaparan, maka beliapun mendekat dan bertanya kepadanya : “Sedang apa kalian saat ini”. Wanita itu menjawab : “Kami sedang melewati malam dan dingin”, beliau berkata : “Kenapa kedua anak itu berteriak menangis ?!” wanita itu berkata : “Karena kelaparan” Umar berkata lagi : “Dan apa sebaenarnya yang kamu letakkan diatas api ?” wanita menjawab : “hanya air, saya mengelabuinya sampai mereka tertidur, hanya Allah yang tahu antara kami dan Umar”.</p>
<p>Mendengar penuturan wanita tersebut Umarpun menangis lalu pergi kerumahnya dan mengambil gandum dan minyak samin lalu berkata kepada pembantunya : “Wahai Aslam, letakkan barang itu diatas pundak saya untuk saya bawa !” Aslam berkata : “Biarkan saya yang membawanya.” Umar berkata : “apakah engkau mau menanggung dosa saya dihari Kiamat nanti?!” akhirnya beliaupun membawanya menuju tempat wanita tersebut, kemudian meletakkannya dihadapan wanita lalu mengeluarkan sebagian gandum darinya dan meletakkannya dalam periuk untuk dimasak, setelah itu beliau meletakkan minyak samin serta meniup api dibawahnya hingga terbakar dan masakan menjadi matang dan siap disantap, setelah beliau berkata : “Berikan kepada saya sebuah piring, kemudian dia meletakkan makanan diatas piring tersebut dan meletakkannya dihadapan dua anak kecil tadi, lalu beliau berkata : “Makanlah kalian !” akhirnya merekapun memakannya sampai kenyang, kemudian wanita mendoakannya dengan kebaikan, saat itu beliau masih tinggal disitu hingga akhirnya kedua anak itu tertidur lelap, kemudian beliaupun meninggalkan mereka sambil menangis, lalu berkata kepada pembantunya : “Wahai Aslam, karena kelaparan yang membuat mereka begadang dan menangis.</p>
<p>Pada suatu hari yang lain Umar keluar untuk melihat keadaan masyarakat, dan beliau, mendapati seorang wanita yang akan melahirkan sambil menangis, sedangkan suaminya tidak memiliki harta, maka Umarpun bergegas kembali kerumahnya dan bekata kepada istrinya : “Wahai Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib, apakah engkau menginginkan ganjaran yang dikhususkan kepadamu ? lalu dia memberitahukan kabar yang dilihatnya, maka diapun menjawab : “Tentu saja saya mau” akhirnya Umar membawa gandum dan minyak samin dipundaknya, sedangkan istrinya membawa peralatan untuk melahirkan, setelah sampai, Ummu Kultsum masuk ke tempat wanita yang dimaksud sedangkan Umar Umar duduk disamping suaminya sambil mengajaknya menyiapkan makanan, akhirnya wanita itu melahirkan seorang anak laki-laki, dan Ummu Kultsum berkata kepada Umar : “Wahai Amirul Mu’minin berilah kabar gembira kepada sahabatmu akan anak laki-laki yang baru lahir ini. Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh istri Umar, lelaki itupun menaruh hormat kepadanya sambil memohon maaf, namun Umar berkata : “Tidak mengapa dan tidak ada dosa atasmu, akhirnya beliau memberikan uang secukupnya kepadanya lalu pergi.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab melihat seorang kakek non muslim yang berada dalam perlindungan Islam meminta makanan kepada orang lain, lalu berliau bertanya kepadanya : “Orang ini adalah berasal dari keluarga yang dilindungi namun telah lanjut usianya dan tubuhnya sudah lemah, maka Umarpun memberikan baginya al-jizyah, kemudia berkata : “Kalian telah memberikan kepadanya jizyah namun setelah dia lemah kalian tinggalkan meminta-minta ? akhirnya beliau memberikan tanggungan yang diambil dari baitul mal sepuluh Dirham.</p>
<p>Pada masa khilafah Umar daulah Islam meluas kearah Timur dan Barat dunia, kemenangan-kemenangan banyak diraihnya, saat pemerintahan beliaulah negeri Syam, Iraq, Iran, Adzerbijan, Mesir dan Libya dikuasai, sebagaimana baliau juga mendapatkan kunci Baitul Maqdis, pada masa beliau harta kekayaan negara berlimpah ruah hingga baitul mal penuh dengan harta, tidak ada negeri Islam yang merasakan masa keagungan kecuali pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.</p>
<p>Namun walaupun negara menjadi kaya karenanya beliau tetap hidup sebagai orang yang zuhud, menjaga dirinya dan keluarganya dari menggunakan harta kekayaan tersebut, dan memberikan kelonggaran untuk kaum muslimin dan orang-orang fakir.</p>
<p>Beliau tidak pernah makan kecuali dengan makanan berupa roti yang keras,dan tidak pernah menggabungkan antara dua makanan pengiring (lauk pauk), belaiu memakai pakaian yang tidak lebih dari 12 potongan kulit, tidak gentar dan tidak takut kepada siapapun dalam menegakkan keadilan, setiap berhukum beliau menegakkan keadilan, hingga merasa aman, tentram dan tidur tidak merasa takut kecuali kepada Allah SWT.</p>
<p>Umar menjadikan perjalanan hidup Rasulullah saw dan sahabatnya –Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai tauladan bagi dirinya yang selalu menerangi jalannya, berjalan sesuai dengan petunjuknya dan memberikan peringatan bagi masyarakat sekitarnya dengan nasehatnya yang jelas, karena itu diantara perkataan belaiu yang harum sampai saat ini : <em>“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal-amal kalian sebelum neraca timbangan berada dihadapan kalian”.</em></p>
<p>Beliau juga pernah berkata : <em>“Celakalah bagi hakim di dunia dari hakim yang ada dilangit saat mereka berjumpa nanti, kecuali bagi siapa yang melakukan keadilan dan berhukum secara benar, dan tidak berhukum sesuai dengan hawa nafsunya dan karena kerabatnya, bukan karena kecintaan dan kebencian, dan menjadikan kitabullah cermin yang selalu hadir dihadapan kedua matanya”.</em></p>
<p>Umar juga terkenal tegas terhadap para pembantunya di pemerintahan, beliau selalu memerintahkan mereka untuk selalu berlaku adil dan kasih sayang terhadap manusia, memotivasi mereka untuk menuntut ilmu, dan beliau tidak pernah memberikan amanat kepada siapapun kecuali kepada seseorang yang memiliki keteguhan dalam kebaikan dan terkenal dengan kesholihan dan ketaqwaannya, sebagimana beliau selalu memerintahkan mereka demikian dan memberitahukan akan tugas mereka sebenarnya, jika ada diantara mereka yang melanggarnya maka beliau langsung mengisolirnya kemudian digantikan kepada yang lainnya, beliau akan mencelanya dan menghisab perbuatannya.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa seseorang dari Mesir datang kepada Umar ingin mengadukan sesuatu, dia berkata : “Wahai amirul Mu’minin, saya mohon perlindungan darimu akan perbuatan dzalim”, Umar berkata kepadanya : “Perlindungan apa yang kau inginkan ?” dia berkata lagi : “Saya berlomba dengan anaknya Amru bin Ash dan saya memenanginya, namun dia memukul saya dengan pecutnya, sambil berkata : “saya adalah anak dari keluarga terhormat.” Umar lalu menulis surat kepada Amru dan anaknya untuk datang menghadap kepadanya. Akhirnya keduanyapun datang, lalu Umar berkata : “Dimana orang Mesir tadi ?” maka dia datang, setelah Umar berkata kepadanya : “Ambil pecut dan pukullah dia !” diapun memukulnya dengan pecut, dan setelah itu berkata : “pukullah anak orang terhormat ini !” lalu beliau berkata lagi kepada warga Mesir tadi : “Letakkan diatas pundak Amru !” penduduk Mesir itu berkata : “Wahai Amirul mukminin sesungguhnya yang memukul saya adalah anaknya seperti yang telah saya ceritakan. Lalu Umar menolehkan pandangannya kepada Amru dengan muka masam dan sinis, dan berkata kepadanya : “Sejak kapan kalian memperhamba manusia, padahal mereka dilahirkan dalam keadaan merdeka?” kemudian Amru berkata : “Saya tidak tahu, dan tidak akan saya ulangi lagi.”</p>
<p>Umar hidup dengan cita-cita mendapatkan syahadah di jalan Allah, dimana, suatu hari dia naik keatas mimbar, dan berpidato : <em>“Sesungguhnya di dalam surga ‘Adn ada istana yang memiliki 500 pintu, dan setiap pintu terdiri dari 5000 bidadari yang cantik, tidak ada yang dapat memasukinya kecuali nabi, kemudian dia menoleh ke kubur Rasulullah saw, dan berkata : “berbahagialah bagimu wahai penghuni kubur ini”, kemudian berkata lagi : atau orang yang jujur, kemudian dia menoleh ke kubur Abu Bakar, dan berkata : “Berbahagialah bagimu wahai Abu bakar. kemudian dia berkata lagi : “Atau orang yang syahid. Dan baliau menoleh kepada dirinya sendiri dan berkata : “Semoga engkau mendapatkan syahadah wahai Umar ?!” kemudian beliau mengakhiri pidatonya : “Sesungguhnya orang yang mengusir saya dari Mekkah ke Madinah sudah dianggap telah menjadikan saya sebagai syahid”.</em></p>
<p>Akhirnya Allah mengabulkan doanya dan merealisasikan apa yang dicita-citakan, ketika beliau keluar rumah hendak manunaikan shalat Fajar (Subuh) dihari Rabu tanggal 26 Dzul Hijjah tahun 23 Hijriyyah, Abu lu’luah menguntitnya, saat beliau sedang shalat dan akan bersujud, Abu lu’luah menikamnya dengan pisau yang ada ditangannya, kemudian dia manikam 12 jamaah, sedang lainnya dan yang maninggal hanya 6 orang, dan setelah itu sang majusi menikam dirinya sendiri hingga mati.</p>
<p>Akhirnya Al-Faruq Umar mengisyaratkan untuk melanjutkan shalat kepada Abdur Rahman bin Auf, kemudian setelah shalat kaum muslimin membawa Umar kerumahnya, namun sebelum meninggal beliau memilih 6 orang dari sahabat; agar dipilih salah seorang dari mereka untuk menjadi khalifah, yang diadakan tidak boleh lebih dari 3 hari setelah kematiannya kecuali telah dipilih di antara mereka khalifah kaum muslimin, akhirnya Al-Faruq menghembuskan nafasnya yang terkahir, dan dimakamkan disamping kubur Abu Bakar dan di sisi kubur Rasulullah saw.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=36&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/umar-bin-khattab-sosok-yang-berjiwa-pemberani-namun-berhati-lembut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUK PARA PEMIMPIN</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/tuk-para-pemimpin/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/tuk-para-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 06:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah sarang yang sejuk dan nyaman, seekor anak lebah madu tampak termenung. Ia seperti tak bergairah. Sesekali, lebah cilik calon ratu ini merebahkan dirinya di sebuah kursi panjang. Beberapa saat kemudian, ia pun kembali duduk. Sorot matanya begitu layu. “Kamu tampak lemas anakku! Sudah makan?” ucap ratu sambil melangkah lambat menuju sang anak. Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=33&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="color:#0000ff;">Di sebuah sarang yang sejuk dan nyaman, seekor anak lebah madu tampak termenung. Ia seperti tak bergairah. Sesekali, lebah cilik calon ratu ini merebahkan dirinya di sebuah kursi panjang. Beberapa saat kemudian, ia pun kembali duduk. Sorot matanya begitu layu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span style="color:#0000ff;"><span> </span></span><span id="more-33"></span><span> </span>“Kamu tampak lemas anakku! Sudah makan?” ucap ratu sambil melangkah lambat menuju sang anak. Ia pun membelai-belai tubuh putrinya yang nyaris tak bereaksi sedikit pun.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>“Bosan, Bu!” jawab si kecil singkat. Tatapannya masih tertuju pada ukiran-ukiran dinding yang membentuk lambing kerajaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>“Boasn? Kamu sakit?” Tanya sang ratu lebih prihatin. “Tidak, Bu!” ungkap si kecil lagi-lagi singkat. “Lalu?’ balas ratu disertai tatapan tajam ke wwajah putrinya tercinta.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>“Bu, aku bosan dengan suasana ini. Aku ingin busana yang lebih bagus lagi, makanan yang lebih enak lagi dan beragam. Aku ingin dayang-dayang yang siap diperintah! Aku ingin lebih di layani!” ungkap si lebah kecil sambil membalas tatapan ibunya. “Kenapa ibu tidak memberiku teman di ruang ini, kecuali perabot sederhana dan beberapa jendela di hamper semua dinding?” tambah si lebah kecil lebih bersemangat.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>“Apa kamu sudah membuka jendela-jendela itu, Nak?” Tanya sang ratu sambil mencoba terus membelai. “Buat apa?” sanggah si lebah kecil menunjukkan ketidak puasan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>Ratu lebah itu pun kembali berdiri. Tangannya meraih lengan kecil anaknya. Lebah ratu itu menggiring putrinya menuju jendela. Perlahan, ia membuka satu per satu jendela-jendela di ruang itu. Bias-bias sinar pun menerobos mengisi seluruh runagan. Beberapa gelombang suara dari luar jendela berlomba menangkap telinga mereka berdua. Ada suara tawa lebah, teriakkan, bahkan tangis yang sayup-sayup mermbat masuk ke ruang itu. Si anak lebah tampak bingung dengan tingkah yang di buat ibunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>“Perhatikanlah dunia di balik jendela-jendela ini, anakku. Lihatlah kehidupan seperti apa adanya. Disana ada tawa, tangis, teriakkan, ketidakpuasan; wajah-wajah bahagia, duka, gelisah,” suara sang ratu lebah begitu memikat nalar sang anak. Si lebah kecil pun mulai tertarik dengan pemanangan di balik jendela.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>“Anakku. Tak lama lagi kamu akan menggantikan ibu. Simaklah kegelisahan mereka. Penuhilah rasa tidak cukupmu dengan berlatih memberi. Ibu yakin, kamu akan selalu merasa puas!” ucap sang ratu begitu memukau hati dan nalar sang anak.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;">***</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;">Ada banyak jendela di sekeliling kita. Laporan media massa, obrolan para tetangga, pemandangan di jalan dan kendaraan umum, kritikan para bawahan; adalah di antara sederet jendela yang melekat pada dinding rumah kita. Tapi, semua terserah kita: apakah jendela-jendela itu kita buka untuk di simak, atau di biarkan saja tertutup.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>Ketika suasana ruang yang ditempati sejuk dan nyaman, kecenderungan untuk membuka jendela lebar-lebar mungkin kecil ada nalar dangkal di situ: membuka jendela berarti membiarkan gangguan masuk, membuka jendela berarti mengurangi privacy, bahkan membuka jendela berarti menurunkan wibawa diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;"><span> </span>Menarik apa yang di ucapkan ratu lebah kepada anaknya,”Jangan malas untuk membuka jendela. Simak ketidak nyamanan penghuni lain dari situ. Pahami, dan seraplah sebagai energi baru. Agar, kesejukkan dan kenyamanan rumah kita bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=33&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/tuk-para-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAYANGAN</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/bayangan/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/bayangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 06:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[taujih ustadzy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah daerah nun jauh dari kota, seorang pemuda terhinggap penyakit aneh. Ia begitu gusar dengan keadaannya. Selalu geliasah. Karena penyakit itu, sang pemuda tak berani keluar rumah siang haaaaari. Takut, sangat takut. Sebenarnya, penyakit itu tampak sederhana. Sang pemuda begitu takut dengan bayangan hitam dirinyya akibat sorotan cahaya. Tiap kali menemukan bayangan hitam yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=32&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="color:#00ccff;">Di<span> </span>sebuah daerah nun jauh dari kota, seorang pemuda terhinggap penyakit aneh. Ia begitu gusar dengan keadaannya. Selalu geliasah. Karena penyakit itu, sang pemuda tak berani keluar rumah siang haaaaari. Takut, sangat takut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span id="more-32"></span><span> </span>Sebenarnya, penyakit itu tampak sederhana. Sang pemuda begitu takut dengan bayangan hitam dirinyya akibat sorotan cahaya. Tiap kali menemukan bayangan hitam yang mengikutinya, si pemuda tadi berteriak histeris. “TAkut! Takut!” mungkin bayangan itu terlihat aneh olehnya. Seperti sosok misterius yang terus membayangi dirinya kemana pun ia pergi.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>Beberapa tabib telah di datangkan. Ada yang ahli gangguan jiwa. Ahli gangguan seta nada juru nasihat. Dan seterusnya. Tapi, semua, belum menggembirakan. Sang pemuda tadi masih takut. Ia seperti tak akan pernah sembuh.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>Hingga suatu kali, seoraqng guru berkunjung kerumahnya. Dari balik rumahnya nan gelap, sang pemuda mempersilahkan kakek tua itu masuk. “Silahkan masuk, Guru!” ucapnya pelan. Kakek dan pemuda itu pun duduk dalam ruang yang begitu gelap, nyaris, tak ada seberkas sinar pun yang bias nenelusup dari celah balik rumah itu. Ruang-ruang di rumah itu begitu rapat. Gelap dan penat.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>“Ada apa, Anakku? Kenapa kau mengurung diri seperti ini?” suar sang kakek memulai pembicaraan. Wajahnya nan teduh bisa terasakan jelas oleh sang pemuda. Pertanyaan itu seperti mengungkit-ungkit rasa esadarannya yang tertimbun takut.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>“Aku takut, Guru! Takut!” jawabnya singkat. “TAkut apa?” Tanya sang guru lagi.”Aku takut dengan bayangan hitam yang terus membuntutiku. Ia seperti menunggu saat aku lengah. Mungkin, sosok hitam itu akan membunuhku!” ungkapnya sambil sesekali menahan tangis.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>“Anakku. Tahukah kamu kalau bayangan hitamlah yang mengantarkan aku ke sini. Kini, ia tak dapat masuk bersamaku di ruang ini. Padahal, ia sahabat terbaikku kemanapun aku prig, ia selalu menemaniku,” ungkap sang guru tenang.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>“Tapi Guru, ia begitu menyeramkan!” sergah sang pemuda bersemangat. Sang kakek pun tersenyum. Ia memegang pundak pemuda itu, lembut. “Anakku. Jangan terpengaruh dengan bayangan hitam. Karena itu pertanda kalau seseorang sedang tersorot cahaya.” Suara sang guru sambil menahan nafaas.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>“Anakku,” suaranya lagi agak lebih berat. “Songsonglah sumber cahaya, kau akan bahagia. Jangan terus menatap bayangan gelapnya. Karena kau akan takut melangkah!” ucap sang guru meyakinkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">****</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>Dinamika hidup kerap menawarkan dua sisi. Satu sisi menawarkan peluang, dan sisi yang lain memunculkan ancaman. Ibarat cahaya, peluang selalu memberikan harapan. Dan cahaya yang menyorot sebuah benda, pasti akan membentuk bayangan. Itulah sisi gelap sebuah ancaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>Persoalannya, orang terkadang lebih seriing melihat sisi gelap ancaman dari pada harapan. Mau nikah, takut cerai. Mau bisnis, takut rugi. Dan seterusnya. Orang pun terkungkung pada rasa takut bayangan hitam yang sebenarnya sisi lain dari sebuah peluang.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>Menarik apa yang di katakana seorang ulama seperti Ibnu Qoyyim soal cahaya harap dan ancaman takut. Beliau mengatakan “ Harapan dan takut tak ubahnya seperti dua sayap pada seekor burung.” Kepakan keduanya akan menerbangkan burung kemana pun ia pergi”.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span> </span>Mungkin benar apa yang di katakana kakek guru di atas. Songsonglah cahaya harap, dan jadikan bayangan ancaman sebagai teman pengawas. Insya Allah, kita bisa terbang ke puncak cita-cita.<strong></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=32&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/bayangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>koalisi keluarga</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/koalisi-keluarga/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/koalisi-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 06:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Potret keluarga kadang mirip dengan tanah di kawasan pegunungan. Nyaris, tak ada tanah yang di sana yang rata sempurna. Kalau tidak miring ke kiri, tanah menanjak ke kanan. Kalau pun tampak rata, beberapa bagiannya menonjol karena bebatuan yang tertanam. An tonjolan pada tanah keluarga adalah adanya perbedaan rasa. Tiap orang ingin mempunyai keluarga yang sempurna. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=31&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff0000;">Potret keluarga kadang mirip dengan tanah di kawasan pegunungan. Nyaris, tak ada tanah yang di sana</span> <span style="color:#ff0000;">yang rata sempurna. Kalau tidak miring ke kiri, tanah menanjak ke kanan. Kalau pun tampak rata, beberapa bagiannya menonjol karena bebatuan yang tertanam. An tonjolan pada tanah keluarga adalah adanya perbedaan rasa</span>.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-31"></span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Tiap orang ingin mempunyai keluarga yang sempurna. Ada suami, istri, anak-anak, tempat tinggal, dan kesejahteraan lahir dan batin. Tapi, tidak semua yang diinginkan bisa muncul dalam kehidupan nyata. Ada saja kekurangannya.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Di antara kekurangan itu, ada suami, ada istri, ada anak-anak, ta[I tak ada tempat tinggal alias pondok mertua indah atau kontraktor. Ada juga bentuk lain: ada tempat tinggal, ada kemapannan ekonomi, ada suami, ada istri, tapi belum jjuga di karuniai anak. Keadaan terakhirlah yang kini dirasakan Pak Yanto.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sebelas belas tahun sudah, suami yang juga aktivis partai tersebut mengarungi bahtera rumah tangga. Selama itu, ia dan istri tercintanya seperti dalam kapal yang besar tanpa penumpang. Sepi. Di ruang tamu bertemu istri, di dapur bertemu istri, di ruang makan bertemu istri, di kamar beremu istri. Dimana-mana di seluruh ruangan rumahnya yang ia jumpai selalu istri. Bosan?</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>“sama sekali tidak,” itulah jawab Pak YAnto ketika seorang temannya mencari kepastian.”pernikahan saya dengan istri sangat bersejarah. Benar-benar pengalaman hidup yang tak bisa terlupakan.” Tambah Pak YAntomengungkapkan isi hatinya.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Persoalanya Cuma satu: bagaimana supaya bisa punya anak? Itu saja. Lain tidak. Pak Yanto sudah sangat bersyukur kepada ALLAh telah memberikan istri yang solehah, penuh perhatian, dan juga seorang aktivis. Sedikit pun tidakterbesit dalam diri Pak YAnto untuk melupakan kebaikkan istrinya.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Itulah kenapa ia tidak pernah putus asa konsultasi ke dokter. Segala cara terapi medis dan non medis sudah Pak YAnto coba.tapi, hasilnya masih belum menggembirakan. Ia dan istri masih tetap kesepian.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Hingga suatu hari, istri Pak YAnto mengajak bicara serius. Pak Yanto bingung. Ada apa gerangan? “Mas, ad yang ingin saya tanyakan,” ucap istri Pak YAnto memecah keheningan. Pak YAnto menagkap sesuatu yang lain dari wajah istrinya. “Tanya apa?insaya Allah, kalau bisa, akan Mas jawab,” jawab Pak YAnto tenang. Dan ia pun membalas senyum istrinya.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Tak ada suara apa pun. Agak lama Pak YAnto menunggu. Sepertinya, ada hal penting hingga butuh perenungan yang cuup lama.”Mas…,” ucap istri Pak YAntokemudain. Pak Yanto kian menyimak.” MAs siap untuk berkoalisi?” Tanya sang istri ambil menatap wajahsuaminya. “Koalisi?” ucap Pak Yanto agak heran. “Iya. Koalisi antar dua keluarga, dan Mas lah yang jadi pemimpinnya,” tambah istri Pak Yanto gamblang.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Pak Yanto terdiam, ia menatap lekat istrinya. Ia seperti ingin memastikan kalau yang di ucapkan istrinya bukan gurauan. Tapi, akhirnya memang itu bukan gurauan. Itu sebuah pertannyaan serius.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Memang, beberapa minggu lalu, Pak Yanto pernah dengar kalau ada seorang akhwat beranak tiga yang perlu pertolongan. Pasalnya, suaminya sudah lama meninggal, sementara anaknya masih kecil-kecil. Dan, urusan ekonomi akhwat itu mulai kusut. Padahal, ia ergolong aktivis muslimah yang baik.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Saat itu, Pak Yanto seperti ditarik ke sebuah ruangan yang sebelumnya ia jauhi. Ia berusaha keras untuk tidak menyentuh masalah itu. Pak Yanto khawatir kalau kenangan manis masa lalu yang bersejarah itu akan sirna begitu saja.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Istrinya memang penuh pengertian, tapi tidak berarti ia tidak punya perasaan. Bukankah tiap wanita punya rasa. Ada cemburu di ditu. Ada rasa ingin memiliki, dan khawatir kalau yang di milikinya akan pergi menjadi milik orang lain. Ah, Pak Yanto jadi sangat brat dengan tawaran istrinya tentang koalisi.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Akhirnya, Pak Yanto tidak memberikan jawaban apa pun. Ia tinggalkan istrinya yang masih dikepung tanda Tanya. “Mas mau ke kamar mandi. Wudhu!” ucap Pak Yanto sambil melangkah menuju kamar mandi. Ia seperti tergerak unutk sholat.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sepanjang hari, setelah pertanyaan istrinya itu, Pak Yanto jadi tidak konsen. Pikirannya terbelah. Ia tak habis piker. Kenapa istrinya bisamengajukan pertanyaan sedahsyat itu. Ia ingat betul saat-saat awal membina rumah tangga yang penuh perjuangan itu. Dan saat itu, Pak Yanto bisa menangkap seperti apa kedalaman rasa istrinya. Hatinya begitu hlus. Peka. Jangankan teguran, sindiran halus pun bisa membuat istrinya menangis.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Hal itu mungkin wajar. Karena dalam keluarga, istri Pak Yanto tergolong anak bungsu. Sejak kecil, istrinya tumbuh tanpa pran ibu. Ibu mertua Pak Yanto sudah meninggal dunia saat istrinya masih SD. Sementara ayahnya sering ke luar kota. Hanya kedua kakaknya yang kerap mengayominya.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Melihat situasi itu, Pak Yanto sadar sekali kalau ia ibarat muara cinta sang istri yang lama tertambat. Itulah yang ia alami hidup bersama istrinyahingga sebelas tahun. Lalu, apa benar istri Pak Yanto sudah begitu berubah. Ia terus terang, masih sangat ragu.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sore itu begitu sejuk ketika Pak Yanto dan istri duduk di beranda rumah.”Mas, aku ingin bicara lagi soal koalisi,” ucap sang istri mengalihkan suasana. Pak Yanto deg-degan. Hingga seminggu itu,ia memang belum punya jawaban. “Anu, Mas. Setelah piker-pikir panjang. Kayaknya aku belum siap untuk berkoalisi,” tambahnya kemudian.” Maksud kamu?” Tanya Pak Yanto tambah bingung.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>“Aku khawatir, Mas. Aku khawatir, suatu saat, koalisinya berubah jadi oposisi!” suara istri Pak Yanto sambil menunduk.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Wingdings;"><span> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=31&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/22/koalisi-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Sosial (Al-Handasah Al-Ijtima’iyyah)</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/17/kecerdasan-sosial-al-handasah-al-ijtima%e2%80%99iyyah/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/17/kecerdasan-sosial-al-handasah-al-ijtima%e2%80%99iyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 13:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[abi abdullah Dakwah kita adalah sebuah perubahan ke arah perbaikan, namun hendaklah kita mengetahui bahwa perbaikan tidak akan bisa terwujud jika kita bersikap eksklusif dan menutup diri. Tak bisa disangkal, kita memang harus berinteraksi dan bergaul dengan orang lain. Sehingga pada kondisi tertentu dimana manna’ah-Islamiyyah (kekebalan Islamnya) sudah tinggi, maka dengan siapapun dia dan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=30&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>abi abdullah</p>
<p>Dakwah kita adalah sebuah perubahan ke arah perbaikan, namun hendaklah kita mengetahui bahwa perbaikan tidak akan bisa terwujud jika kita bersikap eksklusif dan menutup diri. Tak bisa disangkal, kita memang harus berinteraksi dan bergaul dengan orang lain.</p>
<p><span id="more-30"></span>Sehingga pada kondisi tertentu dimana manna’ah-Islamiyyah (kekebalan Islamnya) sudah tinggi, maka dengan siapapun dia dan dari kelompok manapun asalnya, hendaklah kita bergaul dan dekati, agar dapat secara bersama-sama mewujudkan perubahan ke arah perbaikan.</p>
<p>Ikhwah wa akhwat fiLLAAH, bila kita tadabburi dan teliti, ternyata mayoritas ayat Al-Qur’an Al-Kariem bentuknya adalah shuwar-hiwariyyah (bentuk percakapan/dialogis yang santun). Bahkan terhadap orang kafirpun, ALLAAH SWT menggunakan panggilan yang amat santun, yaitu wahai Ahli Kitab (sampai 13 kali dalam Al-Qur’an), dan hanya 1 kali saja ALLAAH SWT memanggil dengan khithab: Wahai orang-orang yang kafir (yaitu di QS Al-Kafirun).</p>
<p>Kemampuan sebuah gerakan dakwah dalam mencapai kemajuan, bertumpu pada kemampuannya memahami orang lain dan menghimpun mereka semua dalam kafilahnya. Sementara kelemahan sebuah gerakan dakwah, terlihat pada ketidakpeduliannya pada orang lain dan sikap eksklusifnya di tengah masyarakat tempat dimana ia berada.</p>
<p>“Dan ALLAAH mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-NYA.”  (An-Nisaa: 125)</p>
<p>“Sesungguhnya ALLAAH menjadikanku sebagai kesayangan-NYA. Dan, andai aku mengambil kesayangan dari penduduk bumi, maka aku jadikan Abu Bakar sebagai kesayanganku.” (HR Muslim, III/452)</p>
<p>“Kesibukan sebuah Gerakan Islam dalam aktivitas dakwah mirip petani yang menanam pohon kurma dan zaitun di kebunnya. Pohon-pohon tersebut belum dapat memberikan buah kecuali setelah beberapa tahun. Karena itu, petani sukses memanfaatkan waktu untuk menanam tanaman yang bermanfaat dan cepat memberikan hasil, seperti sayuran, timun, tomat, lada, dan sejenisnya. Menurutku, tindakan petani itu dapat diterima dan tidak mungkin dipersalahkan oleh orang yang berakal. Sebab ia memanfaatkan tanah, waktu, dan potensi dalam hal yang bermanfaat.” (DR. Yusuf Al-Qardlawi)</p>
<p>“Umat manusia membutuhkan kader yang luapan hatinya menggenangi hati orang-orang di sekitarnya. Selanjutnya dengan luapan ‘Rabbani’ itu pula mereka dapat menggenangi hati orang-orang di sekitar mereka. Maka dengan cara itulah, manusia berubah dari satu keadaan menuju keadaan lain dan keluar dari berbagai kegelapan menuju cahaya.” (Hasan Al-Banna)</p>
<p><strong>Prinsip Umum Dalam Da’wah Ikhwan</strong></p>
<p>1. IMAN YANG MENDALAM. Senjata seorang da’i yang pertama dan utama adalah aqidahnya. Karena aqidahlah yang menjadi penentu benar atau tidaknya niat yang melatarbelakangi aktifitas seorang da’i serta diterima atau tidaknya amalnya.</p>
<p>2. PEMAHAMAN YANG CERMAT. Pemahaman Islam yang benar dan mendalam, serta pemahaman kauniyah yang lengkap merupakan bekal terlaksananya sebuah aktifitas da’wah yang utuh.</p>
<p>3. INTERAKSI YANG KUAT. (Inilah yang sangat berkaitan dengan tema kita di atas). Interaksi adalah kunci sukses dalam da’wah, karena inti da’wah adalah adanya interaksi yang tepat dan intensif. Dan kecerdasan sosial sangat erat hubungannya dengan hal ini.</p>
<p>4. AMAL YANG BERKESINAMBUNGAN. Da’wah merupakan amal yang terus-menerus dan tiada henti-hentinya. Bekerja tanpa henti hingga tercapai tujuan dan cita-cita, tidak bimbang dan tidak ragu karena berbagai isu dan fitnah, sepanjang tidak ada bukti yang jelas maka semua itu hanyalah zhann belaka, wa innazh zhanna la yughni minal haqqi syai’an.</p>
<p><strong>Dasar-dasar pemahaman Handasah Ijtima’iyyah:</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">1.     Sunnah di alam semesta</span></p>
<p>a. Sunnah ALLAAH SWT di alam raya: Di alam semesta ini senantiasa ada sebuah titik pusat yang menjadi poros edar bagi yang lain dan mereka terpengaruh dengannya, dari yang terbesar seperti Galaksi sampai yang terkecil seperti inti atom.</p>
<p>b. Begitu juga seorang muslim, ia haruslah selalu menjadi titik sentral yang menjadi poros edar manusia-manusia lainnya di sekelilingnya, menjadi mercusuar yang menerangi dan memandu arah bagi sekelilingnya.</p>
<p>c. Sejak dahulu masyarakat Islam bermula dari seseorang yang berperan sebagai inti masyarakat yang baru lahir, yaitu Nabi SAW lalu berhimpunlah di sekelilingnya beberpa hati, demikianlah pula pda masa para Khulafa’ur Rasyidin, sampai runtuhlah Khilafah Utsmani, maka hilanglah pemandu dan pelindung bagi ummat ini.</p>
<p style="text-decoration:underline;">2.     Kewajiban syar’i</p>
<p>a.     Ayat-ayat Al-Qur’an:</p>
<p style="margin-left:40px;">i.    Sesungguhnya Ibrahim adalah suatu umat (yang dapat dijadikan Teladan bagi yang lainnya) (An-Nahl: 120)</p>
<p style="margin-left:40px;">ii. Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk (bintang saja bisa menjadi petunjuk bagi yang lain) (An-Nahl: 16)</p>
<p style="margin-left:40px;">iii. Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab (kewajiban mencari banyak teman) (Asy-Syu’araa: 100, 101)</p>
<p style="margin-left:40px;">iv. Dan ingatlah ketika Rabb-mu berfirman: Kami akan menjadikan di bumi ini seorang khalifah (khalifah bertugas memimpin ummat) (Al Baqarah: 30).</p>
<p>b.    Dari Hadits mulia:</p>
<p style="margin-left:40px;">i. Orang yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka, lebih baik daripada orang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, II/493; Tirmidzi, III/319 dan Ahmad V/365)</p>
<p style="margin-left:40px;">ii. Inti akal setelah keimanan pada ALLAAH adalah menjalin cinta dengan sesama manusia. (HR Al-Baihaqi, lih. Dha’if Jami’, III/340)</p>
<p style="margin-left:40px;">iii. Seorang mukmin itu akrab dan mudah diakrabi, dan tidak ada kebaikan orang yang tidak demikian, dan sebaik-baik orang ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (HR At-Thabrani, dalam Al-Kabir III/209; Al-Haitsami, dalam Al-Majma’ X/273-274; Al-Qadha’i, dalam Musnad Asy-Syihab, I/101; Ibnu Asakir, dalam Tarikh Dimasyq, II/420).</p>
<p style="margin-left:40px;">iv. Manusia seperti unta seratus, hampir kamu tidak mendapatkan dari kalangan mereka yang mampu memikul beban/rahilah (rahilah adalah unta kuat yang memimpin kawanan unta, dia ada di depan dan diikuti yang lain) (HR Bukhari, XXI/385)</p>
<p>c.     Dari Sirah Nabawiyah:</p>
<p style="margin-left:40px;">i. Pemeliharaan interaksi sosial secara modern bersama kaum Quraisy, meski ada permusuhan, gangguan, penindasan, hasutan, dan pendustaan</p>
<p style="margin-left:40px;">ii.    Titipan kaum Quraisy dipercayakan kepada Rasulullah SAW</p>
<p style="margin-left:40px;">iii. Rasulullah SAW adalah teladan kita. Bagaimana beliau memulai dakwah seorang diri dan kemudian mampu menghimpun di sekitarnya beberapa hati</p>
<p>d.    Dari Atsar sahabat:</p>
<p style="margin-left:40px;">i.    Imam Ali: “Wahai anakku, teman kemudian perjalanan”</p>
<p style="margin-left:40px;">ii. Ali ra.: “Bergaullah dengan manusia, hingga jika kalian hidup dalam pergaulan itu, maka mereka menyayangi kalian dan jika kalian mati dalam pergaulan itu, maka mereka akan menangisi kalian.”</p>
<p style="margin-left:40px;">iii.    Ali ra.: “Manusia itu ada dua macam, saudaramu seagama, atau yang mirip denganmu dalam penciptaan”</p>
<p style="text-decoration:underline;">3.     Kebutuhan  Dakwah yang mendesak:</p>
<p>a.     Kami menginginkan generasi yang memikul Islam, bukan yang dipikul oleh Islam</p>
<p>b.    Siapa tidak menambahkan sesuatu (manfaat) di dunia, maka ia adalah beban di dunia ini (Imam Ar-Rafi’i)</p>
<p style="margin-left:40px;">i.    Orang yang menambah sesuatu di dunia:</p>
<p style="margin-left:80px;">1.     Orang yang mempunyai obsesi, tekad dan kemauan. Ia mampu menghimpun manusia di sekitarnya dan memimpin mereka.</p>
<p style="margin-left:80px;">2.     Meninggalkan pengaruh baik, sehingga kebaikan di dunia ini menjadi bertambah</p>
<p style="margin-left:40px;">ii.    Orang yang menjadi tambahan di dunia:</p>
<p style="margin-left:80px;">1.     Orang yang hanya hidup untuk dirinya</p>
<p style="margin-left:80px;">2.     Orang yang hanya hidup menurut selera hawa-nafsunya</p>
<p style="margin-left:80px;">3.     Orang yang berada di pinggiran kehidupan</p>
<p>c. Adalah mustahil harakah ini mampu menampung seluruh muslim dalam wilayah keanggotaan, tetapi Islam mampu menampung mereka semua dalam wilayah persaudaraan</p>
<p>d. Keanggotaan harakah bukan pengganti persaudaraan Islam, dan gugurnya keanggotaan tidak boleh menggugurkan persaudaraan Islam</p>
<p>e. Konspirasi menghendaki dakwah ini menghadapi kebatilan sendirian dan hanya bertumpu pada kekuatannya. Dan ini di luar kemampuan dakwah, sehingga kita perlu mengefektifkan peran beberapa orang dan organisasi yang tidak mau berjuang karena minimnya kesadaran dan pemahaman, atau karena takut memainkan peran aktif dalam mewujudkan tujuan-tujuan proyek Islami kita.</p>
<p>f.     Peran kita dalam kehidupan adalah menjadi:</p>
<p style="margin-left:40px;">i.    Pemimpin yang berpengaruh, mampu mengubah, dan berinteraksi dengan masyarakat dalam suka-dukanya</p>
<p style="margin-left:40px;">ii.    Pemimpin yang memperhatikan umat serta kejayaannya.</p>
<p style="margin-left:40px;">iii.    Pemimpin yang serius memberdayakan masyarakat dan merekayasa perubahan besar yang dapat mengibaskan debu-debu kehinaan</p>
<p>g. Manusia membutuhkan dekapan kasih, perhatian lebih, senyuman ramah, cinta yang mewadahi mereka, dan kesabaran yang mampu menampung kebodohan,kelemahan,dan kekurangan mereka. Mereka juga membutuhkan jiwa besar yang senantiasa memberi pada mereka dan tidak membutuhkan pemberian dari mereka. Jiwa yang juga mampu memikul keprihatinan mereka, seraya memberikan perhatian, pemeliharaan, simpati, keramahan, kecintaan, dan keridlaan (Sayyid Quthb).</p>
<p>h.     Inti misi Harakah dakwah ini:</p>
<p style="margin-left:40px;">i.    Menjaga indentitas Islam bagi masyarakat,  menjaga kemurnian berbagai aspeknya dan menyempurnakan pilar-pilarnya</p>
<p style="margin-left:40px;">ii.    Mengubah realita melalui pembinaan dan bekerja melanjutkan kebangkitan</p>
<p style="margin-left:40px;">iii.    Menegaskan keabadian referensi Islam bagi masyarakat dalam segala interaksi</p>
<p style="text-decoration:underline;">4.     Kebutuhan nyata kontemporer:</p>
<p>a. Tersebarnya kerusakan secara luas dan nyata di masyarakat. Tanpa komunikasi dengan masyarakat, maka akan terjadi perluasan daerah kerusakan tersebut</p>
<p>b. Mengusulkan alternatif nilai, budaya, dan akhlak yang berbeda secara kontras dengan nilai dan budaya yang eksis di masyarakat kita.Tujuannya adalah untuk menata ulang struktur masyarakat dengan cara memaksakan realitas nilai baru.</p>
<p>c.     Apakah anda pernah mendengar pemimpin yang menaiki tangga-tangga kejayaan tanpa mempunyai teman setia dan pendukung?<br />
Realitasnya: tidak ada sukses tanpa pendukung</p>
<p>d. Interaksi sosial adalah sarana yang menyenangkan dan murah untuk mengusir ketegangan akibat kesendirian atau uzlah. Agar anda tenang, bergaul dan berinteraksilah dengan orang lain dari waktu ke waktu</p>
<p style="text-decoration:underline;">5.     Fitrah manusia</p>
<p>a.     Tidak mungkin dapat mempersepsikan dimensi manusia, kecuali melalui interaksi sosial</p>
<p>b. Hewan memproduk masyarakat agar bisa hidup di dalamnya, sementara kita hidup bersama manusia agar dapat membentuk masyarakat.</p>
<p style="text-decoration:underline;">6.     Kemestian Sosial</p>
<p>a.     Urusan antar manusia menjadi baik karena adanya keserasian dan pergaulan</p>
<p>b. Manusia hidup dalam unit sosial yang bertumpu pada integralitas antara berbagai kebutuhan dan potensi yang beragam. Sebagai da’i, kita tidak bisa melanjutkan upaya, tanpa jiwa pergaulan sosial. Dan dakwah tidak mungkin maju, kecuali dengan memperhatikan keniscayaan ini.</p>
<p style="font-weight:bold;">Hikmah-hikmah yang memperkuat definisi Handasah Ijtima’iyyah</p>
<p>1.     Kita adalah pemimpin umat dan bukan pengganti umat</p>
<p>2.     Adalah sebuah kemustahilan bila menginginkan semua manusia berada dalam bingkai keanggotaan atau menjadi kader Harakah</p>
<p>3.     Pergerakan Islam harus merespon berbagai tantangan, maka tidak boleh bersikap masa bodoh dan meremehkannya</p>
<p>4.     Keniscayaan menata ulang umat menuju persatuan dan penunaian misinya yang besar</p>
<p>5.     Pergerakan Islam bukan gerakan sekelompok umat, tetapi gerakan yang memimpin seluruh umat</p>
<p>6. Betapa banyak orang yang berada di tengah-tengah kita, tetapi bukan bagian dari kita. Sebaliknya betapa banyak orang yang tidak berada di tengah-tengah kita, namun menjadi bagian dari kita.</p>
<p>7.      Kalian adalah ruh baru yang mengalir di tubuh umat, hingga dapat menghidupkannya kembali dengan Al-Qur’an</p>
<p>8. Kita menginginkan manusia muslim, setelah itu keluarga muslim, setelah itu masyarakat muslim, Karena itu kita berupaya agar dakwah sampai ke setiap rumah muslim, suaranya terdengar di setiap tempat, dan fikrah kita tersebar serta menembus perkampungan, desa, kota, pusat kota, dan kota besar. Kita tidak pernah lelah dan tidak akan mengabaikan satu sarana pun!</p>
<p>WaLLAAHu a’lamu Bish Shawaab…</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=30&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/17/kecerdasan-sosial-al-handasah-al-ijtima%e2%80%99iyyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serial Fiqh Kemenangan dan Kejayaan Dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabawiyah (4): Macam-macam Kejayaan; Kejayaan Dalam Menyampaikan Risalah dan Amanah (Kisah Ashabul Ukhdud)</title>
		<link>http://beny85.wordpress.com/2008/04/17/serial-fiqh-kemenangan-dan-kejayaan-dalam-al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah-nabawiyah-4-macam-macam-kejayaan-kejayaan-dalam-menyampaikan-risalah-dan-amanah-kisah-ashabul-ukhdud/</link>
		<comments>http://beny85.wordpress.com/2008/04/17/serial-fiqh-kemenangan-dan-kejayaan-dalam-al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah-nabawiyah-4-macam-macam-kejayaan-kejayaan-dalam-menyampaikan-risalah-dan-amanah-kisah-ashabul-ukhdud/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 13:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beny85</dc:creator>
				<category><![CDATA[shiroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beny85.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Penterjemah: Abu Ahmad ______ Kisah seorang pemuda yang berhadapan dengan raja kafir merupakan kisah yang nyata akan pertolomgam Allah SWT terhadap para duat dalam menyampaikan risalah dan menunaikan amanah. Rasulullah saw bersabda: “Umat sebelum kalian, dikisahkan ada seorang raja yang memiliki tukang sihir, ketika tukang sihir lanjut usia, dirinya berkata kepada sang raja : sesungguhnya saya telah lanjut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=29&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penterjemah:</p>
<p>Abu Ahmad</p>
<p>______</p>
<p>Kisah seorang pemuda yang berhadapan dengan raja kafir merupakan kisah yang nyata akan pertolomgam Allah SWT terhadap para duat dalam menyampaikan risalah dan menunaikan amanah.</p>
<p><span id="more-29"></span>Rasulullah saw bersabda: “Umat sebelum kalian, dikisahkan ada seorang raja yang memiliki tukang sihir, ketika tukang sihir lanjut usia, dirinya berkata kepada sang raja : sesungguhnya saya telah lanjut usia dan akan datang ajalku, maka berikanlah kepada saya seorang anak muda agar aku dapat mengajarkan dan mewariskan sihirku, maka diberikanlah kepadanya anak muda dan kemudian diajarkan ilmu sihir, namun antara anak muda dan penyihir ada seorang rahib sehingga anak muda tersebut mendatanginya dan mendengarkan ucapannya yang menakjubkan, disaat anak muda mendatangi tukang sihir selalu dipukul, lalu sang rahibpun bertanya : ada apa dengan dirimu? Akhirnya diapun mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada sang rahib, lalu dia berkata : jika penyihir ingin memukulmu maka katakanlah : aku telah terkurung oleh keluargaku, dan jika keluargamu ingin memukulmu maka katakanlah : aku telah terkurung oleh penyihir.</p>
<p>Dan suatu ketika, pada suatu perjalanan dia melihat binatang (beruang) besar yang menakutkan yang telah mengurung sekelompok manusia sehingga mereka tidak mampu keluar darinya, diapun berkata : pada hari ini aku ingin melihat apakah yang diajarkan oleh rahib atau yang diajarkan penyihir yang lebih aku cintai, lalu diapun mengambil batu dan melemparkannya ke binatang tersebut sambil berkata : “Ya Allah jika ajaran yang diberikan oleh sang rahib yang Engkau ridloi dan cintai daripada ajaran penyihir maka bunuhlah binatang tersebut hingga manusia dapat bebas darinya! Lalu diapun melemparkan batu tersebut dan berhasil terbunuh, sehingga manusia pun dapat melewatinya. Dan peristiwa tersebut diberitakan kepada sang rahib, lalu dia berkata : wahai anakku engkau lebih utama dariku, dan engkau kelak akan menghadapi suatu cobaan, dan jika engkau menghadapi cobaan janganlah sebut namaku; sang anak muda tersebut memiliki keahlian dapat menyembuhkan penyakit buta dan kusta dan segala penyakit lainnya atas izin Allah.</p>
<p>Suatu ketika saudaranya raja mengalami buta, dan ketika mendengar akan pemuda yang dapat menyembuhkan penyakit maka diminta untuk mendatanginya dan akan diberikan banyak hadiah, lalu berkata : obatilah aku, dia berkata : saya tidak bisa menyembuhkan penyakit apapun, namun yang menyembuhkan adalah Allah yang Maha Perkasa dan Maha Agung, jika anda beriman kepada Allah maka aku akan berdoa kepada Allah untuk kesembuhanmu, maka diapun beriman dan mendoakannya lalu sembuh dari penyakit buta, kemudian dia datang kepada sang raja dan duduk bersamanya, lalu rajapun berkata kepada orang tersebut : Wahai fulan siapa yang mengembalikan penglihatanmu? Diapun berkata : Tuhanku. Rajapun berkata : Saya? Dia berkata : Bukan, tapi Tuhanku dan Tuhanmu juga. Raja berkata: apakah kamu punya Tuhan selainku? Dia berkata : Ya, Tuhan saya adalah Allah dan Tuhan anda juga Allah. Akhirnya rajapun menyiksanya sehingga dia menyebutkan anak muda yang mengajarinya. Lalu dipanggillah anak muda tersebut. Rajapun berkata : Wahai anakku, dari sihirmu kamu dapat menyembuhkan penyakit buta dan kusta dan penyakit lainnya? Diapun berkata: Aku sama sekali tidak dapat menyembuhkan namun yang menyembuhkan adalah Allah. Raja berkata : Aku? Dia berkata : bukan. Raja berkata: apakah kamu mempunyai Tuhan selainku? Dia berkata: Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, lalu Rajapun menyiksanya dan terus menyiksanya sehingga dia menunjukkan tempat sang rahib, maka rahibpun dipanggilnya. Raja berkata : Kembalilah pada agamamu yang lama! Namun rahib tidak mengabulkannya sehingga dirinya disiksa dengan gergaji besi dikepalanya sehingga dirinya terbelah menjadi dua.</p>
<p>Dan kemudian raja berkata kepada anak muda: kembalilah pada agamamu! diapun menolaknya sehingga dirinya dibawa kegunung ini dan ini, raja berkata kepada pasukannya : jika kalian telah sampai dan anak muda kembali pada agamanya maka kembalilah. Namun jika tidak, maka lemparkanlah ke dalam jurang! Kemudian mereka pergi dan ketika sampai ke puncak gunung. Anak muda itu berkata : “Ya Allah selamatkanlah diriku dari mereka sesuai Kehendak-Mu, maka gunungpun mengeluarkan angin yang kencang sehingga mereka terbawa oleh angin dan terjerumus kedalam jurang, namun anak muda tersebut selamat dan mendapati dirinya tidak luka. Lalu beliau datang lagi kepada raja. Rajapun berkata : apa yang telah dilakukan oleh sahabatmu. Dia berkata : Allah telah telah menyelematkanku dari mereka. Rajapun marah dan menyuruh pasukan yang lain untuk membawanya ke tengah lautan. Raja berkata : kalian harus membawanya ke tengah lautan hingga dia mau kembali kepada agama lama, namun jika tidak mau maka tenggelamkanlah, maka merekapun mengarungi lautan, lalu anak muda tersebut berkata : Ya Allah selamatkanlah aku dari mereka dengan apa yang Engkau Kehendaki! Maka merekapun akhirnya tenggelam kecuali anak muda tersebut. Lalu anak muda itupun kembali lagi kepada raja. Rajapun berkata : apa yang dilakukan sahabat-sahabatmu? Allah telah menyelamatkan aku dari mereka. Kemudian pemuda itu berkata kepada raja: engkau tidak akan mampu membunuhku hingga engkau mau melakukan apa yang aku perintahkan, maka jika engkau melakukan apa yang aku perintahkan maka engkau pasti dapat membunuhku, jika tidak maka engkau tidak akan membunuhku. Raja berkata : apa perintahmu? Raja berkata : Engkau kumpulkan manusia dalam satu tempat dan engkau salib aku pada tiang, kemudian lemparkan panah kepadaku sambil berkata : Dengan nama Allah Tuhan anak muda, jika engkau melakukannya maka engkau akan dapat membunuhku, maka rajapun melakukannya dan meletakkan panah kemudian melemparkannya sambil berkata : Dengan nama Allah Tuhan anak muda, maka panahpun jatuh dekat dengan dirinya lalu anak muda itu meletakkan tangannya ketempat panah kemudian mati, seketika itu pula orang-orang yang hadir berkata : Kami beriman kepada Tuhan anak muda itu.</p>
<p>Maka dikatakan kepada raja : tahukah anda apa yang anda takutkan? Sungguh apa yang telah anda lakukan membuat manusia seluruhnya telah beriman kepada Allah, maka rajapun memerintahkan untuk mengumpulkan besi yang didalamnya ada parit, kemudian besi tersebut dibakar, kemudian raja berkata : barangsiapa yang kembali kepada agamanya maka biarkan dia hidup, jika tidak maka masukkan mereka ke dalam api.</p>
<p>Lalu Rasul bersabda : mereka ada yang kembali dan ada pula yang bertahan, dan diantara mereka ada seorang wanita membawa anak yang sedang menyusu, namun sang ibu tidak tega membawa anaknya ke dalam api, hingga sang bayi berkata kepadanya : “Bersabarlah ibuku, karena engkau berada dalam kebenaran”. [1]</p>
<p>sang pemuda telah mendapatkan kemenangan dengan aqidahnya dihadapan sang raja yang dzalim, manhaj rabbaninya telah kokoh di dalam jiwa umat manusia yang berada di bawah kekuasaan raja yang musyrik dan kejam, mereka teguh dalam aqidah dan berkorban dengan jiwa demi mempertahankan keimanan, sehingga umat memahami salah satu nilai dari nilai-nilai kemenangan.</p>
<p>Sayyid Qutb berkata : “Secara kasat mata tampak para pelaku kedzaliman mendapatkan kemenangan dan mampu mengalahkan keimanan, padahal keimanan yang telah mencapai puncaknya dalam tubuh dan jiwa kelompok yang baik, mulia, teguh nan tinggi, tidak ada bandingan dan persamaannya dalam perang yang terjadi antara keimanan dan kedzaliman.</p>
<p>Secara kasat mata tampak penghabisan yang mengenaskan dan menyakitkan, namun Al-Qur’an mengajarkan sesuatu yang lain, menyingkap hakikat yang berbeda. Bahwa kehidupan dan berbagai hal yang menyelimutinya dari kenikmatan dan kesedihan, kecintaan dan keharaman bukan nilai terbesar dalam timbangan, bukan pula sebagai barang yang terhitung sebagai keuntungan dan kerugian, karena kemenangan tidak terbatas pada kemenangan yang nyata. Karena itu kisah diatas merupakan salah satu gambaran dari berbagai gambaran kemenangan yang banyak.</p>
<p>Bahwa setiap manusia pasti akan mati, dan penyebab kematiannya berbeda-beda, namun sebagian manusia ada yang tidak mendapatkan kemenangan, tidak mendapatkan derajat yang tinggi, tidak medapatkan kemerdekaan bahkan tidak mampu bergerak mencapai puncak kemuliaan kecuali atas izin Alah dan kehendak-Nya terhadap satu kelompok yang mulia dari hamba-hamba-Nya.</p>
<p>Manusia seluruhnya akan mati namun masing-masing mereka ada perbedaan dalam menggapai kemuliaan, karena kemuliaan ada ditangan Allah.</p>
<p>Dalam kehidupan manusia jika kita mau melihatnya dari generasi ke generasi, maka akan kita dapatkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk dapat selamat dalam kehidupan mereka dari kekalahan karena keimanan mereka, namun betapa banyak orang yang mengalami kerugian dan betapa banyak umat manusia yang mangalami kesengsaraan.</p>
<p>Betapa banyak mereka mengalami kerugian karena mereka telah membunuh nilai yang besar ini, makna kehidupan tanpa akidah, kehidupan tanpa kebebasan, bahkan mereka kehilangan nilai-nilai sehingga para oelaku kedzaliman mampu mengalahkan ruh-ruh mereka setelah terlebih dahulu menguasai fisik mereka.</p>
<p>Allah berfirman : <em>“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan Karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”</em> (Al-Buruj:8) hakikat yang harus direnungi oleh orang yang beriman yang menyeru kepada Allah disetiap tempat dan generasi.</p>
<p>Bahwa pertempuran antara orang-orang beriman dan musuh-musuhnya adalah merupakan perang akidah, bukan karena yang lain. Bahwa musuh-musuh tidak akan dendam kecuali karena keimanan, dan tidak membenci mereka kecuali karena akidah yang terpatri dalam lubuk hati mereka. [2]</p>
<p>Bagi siapa yang merenungi kisah pemuda diatas, maka akan diperoleh pelajaran, bahwa sang pemuda telah mendapatkan kemenangan karena akidah dan manhajnya, begitupun sang rahib yang begitu teguh mempertahankan prinsip akidahnya sekalipun jiwanya terancam dan menjadi korban serta hancur, adapun orang yang buta telah mendapatkan dua kemenangan, kemenangan saat berada dalam kekuasaan dan hidup dilingkungan raja, memiliki jabatan dan kekuasaan, dan kemenangan kedua saat dirinya berlepas dari kekufuran menuju akidah dan iman.</p>
<p>Sang rahib dan orang yang buta telah mendapatkan kekekalan akan nilai-nilai yang agung dan kemenangan yang hakiki, jauh dari takwil dan tafsir bebas yang menutupi banyak orang karena kelemahan mereka dan tertutup oleh tirai yang mengitari mereka dengan alasan mereka telah melakukan itu semua untuk agama.</p>
<p>sang pemudapun cerdik dan cerdas, disaat dirinya memiliki kesempatan yang besar dalam menyebarkan risalah Tuhannya, diambilnya kesempatan tersebut dengan baik dan merealisasikan nilai-nilai agung dalam pemahaman nasr dan kejayaan.</p>
<p>sang pemuda dengan pemahamannya yang kuat, daya pandangannya yang jauh ke depan dan menggunakan berbagai cara untuk memenangkan agama dan aqidahnya, serta mengeluarkan umatnya dari kesesatan menuju hidayah, dari kekufuran menuju keimanan, mendapatkan kemenangan saat dirinya sepakat mengambil keputusan ketimbang lari dari kenyataan, melewati berbagai ringtangan, mengalahkan hawa nafsu, kenikmatan dan kesenangan hidup di dunia. Mendapatkan kemenangan atas raja yang dzalim dan arogan, yang telah Allah butakan mata hatinya, sehingga membakar kerajaan melalui tangannya, yang buta bukanlah matanya namun yang buta adalah hati yang ada di dalam dada. Pemuda yang cerdas ketika mengatur untuk menghancurkan raja yang kafir dan mengatur jalan mendapatkan syahadah di jalan Allah SWT.</p>
<p>Sungguh kemenangan yang mulia dalam peperangan antara kufur dan keimanan guna mempertahankan akidah, dirinya telah mengorbankan diri di jalan Allah hingga dengan cara itu seluruh umat berbondong beriman kepada Tuhan pemuda tersebut. sungguh hal tersebut merupakan konsep yang jeli, eksekusi yang cerdas, ide yang bersih dan kemenangan dan kesuksesan yang menakjubkan.</p>
<p>sang pemuda mendapatkan kemenangannya saat dirinya dijadikan oleh Allah sebagai tauladan oleh umat setelahnya, selalu diingat dan dikenang dengan baik dihadapan lisan orang-orang yang beriman, dan Allah juga menjadikannya sebagai lisan kebenaran dan kejujuran untuk umat setelahnya. Kemenangan yang telah berdatangan dan sampai hingga akarnya saat seluruh umat beralih kepada agama yang hak dan menuju Tuhan sang pemuda, mereka beriman kepada Allah yang Maha Esa, kufur terhadap thagut, sehingga memuncak rasa gila sang raja, hilang akalnya kemudian menggunakan segala cara dan upaya melakukan teror dan penyiksaan, guna mempertahankan dan melanggengkan kewibawaan dan kekuasaannya serta untuk memperbudak manusia untuknya.</p>
<p>Karena itulah sang raja yang dzalim membuat parit yang diisi dengan api membara, lalu menyuruh para tentaranya dan pasukannya untuk menceburkan mereka yang beriman. Namun dari itu semua secara mengejutkan, walaupun yang lemah tetap lemah, lari orang yang ingin lari. Jika telah kita dapatkan langkah dan keberanian, hal itulah yang mendorong ke dalam api neraka dan itu tidak asing, karena iman yang merasuk dalam jiwa mereka mampu membangkitkan keberanian dan keteguhan, mereka telah mendapatkan inspirasi dari sang pemuda, seakan mereka telah mendapatkan kenikmatan dalam mengorbankan ruh dan jiwa mereka dalam mempertahankan akidah dan agama mereka.</p>
<p>Iman yang hakiki menjadikan umat yang asing dan beriman mampu menghancurkan kedzaliman yang berkepanjangan dalam hidup mereka, tahun-tahun panjang yang memperbudak mereka oleh penguasa dzalim, walaupun waktu yang pendek yang diiringi dengan keimanan yang terpatri dalam jiwa dan pengetahuan akan hakikat manhaj rabbani seperti halnya yang diimani oleh umat yang sejahtera dengan beriman kepada Tuhan pemuda tersebut, seakan mereka mengenal manhaj dan hidup di dalamnya sebagaimana yang dialami oleh sang rahib sepanjang hayatnya, atau terbina sebagaimana terbinanya sang pemuda oleh sang rahib.</p>
<p>Hakikat keimanan ketika bercampur dengan kejernihan hati dan merasuk dalam ruh akan menghasilkan sesuatu yang menakjubkan. kemenangan yang diraih umat yang beriman kepada Tuhan pemuda adalah kemenangan bersama yang membawa berkah menunjukkan akan kesucian aqidah, kejelasan manhaj, kebersihan jalan dan kefahaman hakikat kemenangan.</p>
<p>Kita tidak akan mendapatkan dalam Al-Quran dan As-sunnah yang menyebutkan kemenangna kedzaliman, bagaimana akhir dari kehidupan mereka di dunia, dan segala puji bagi Allah yang memiliki hikmah yang telah menyembunyikan hakikat tersebut kepada kita. [3].</p>
<p>Memang, terdapat pula dalam akhir kisah mereka seruan kepada mereka dan peringatan: <em>“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan Kemudian mereka tidak bertaubat, Maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar”.</em> (Al-Buruj : 10)</p>
<p>Al-Hasan Al-Bashri berkata : “Lihatlah akan kemuliaan dan kedermawanan ini. mereka telah membunuh para wali Allah, namun Allah tetap menyeru mereka untuk bertaubat dan mohon ampun”. [5]</p>
<p>Bahwa akhir dari peristiwa ini menyiratkan makna akan makna-makna kemenangan, siapa yang mendapatkan kemenangan? yang telah menolong akidah dan agama Tuhannya, namun dibakar selama beberapa menit, kemudian berpindah pada surga yang penuh dengan kenikmatan, atau demikian yang memberikan kenikmatan beberapa hari di dunia kemudian tempat kembalinya –jika tidak mau bertaubat- adalah azab jahannam dan azab yang membakar?</p>
<p>Apakah ada bandingannya dari api yang membakar pertama dan api yang membakar kedua??… Api yang membakar di dunia dan api yang membakar di akhirat? sungguh yang demikian adalah perpindahan yang sangat jauh, orang-orang yang beriman yang terbakar di dunia, maka mereka mendapatkan <em>“Ganjaran di surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai”</em> (Al-BUruj : 11) diberitahukan hasil yang tidak diragukan dan diperdebatkan : <em>“Demikianlah ganjaran yang besar”</em>. bukankah yang demikian adalah kemenangan? ini adalah di alam akhirat, adapun di dunia manhajnya telah terpatri dalam hati manusia yang tampak secara jelas.</p>
<p>___________________________________________</p>
<p>[1] Muslim, kitab Zuhud wa raqaiq, bab ashabul ukhdud, no 3005, jil. 3 hal. 2299</p>
<p>[2] Lihat: Ma’alim fi Thariq, fasal; hadza huwa thariq, hal. 173</p>
<p>[3] Lihat: Hakikat Intishar, hal. 13-14</p>
<p>[4] Tafsir Ibnu Katsir, jil. 4, hal. 496</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/beny85.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/beny85.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beny85.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beny85.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beny85.wordpress.com&amp;blog=3294000&amp;post=29&amp;subd=beny85&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beny85.wordpress.com/2008/04/17/serial-fiqh-kemenangan-dan-kejayaan-dalam-al-qur%e2%80%99an-dan-sunnah-nabawiyah-4-macam-macam-kejayaan-kejayaan-dalam-menyampaikan-risalah-dan-amanah-kisah-ashabul-ukhdud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/734e5d0cda193f732a0ebddf72cb2598?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beny85</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
